Tuhan Masih Menyayangiku

Sungguh butanya hatiku
Setiap masalah menimpaku
Hanya lantunan kasar di mulutku
Dan tak pernah Ku ingat akan adaMu.
Apalagi ketika rejeki berlimbah dalam sisiku
Riya’, Sum’ah, Ujub
Semua itu penyakit hati yang meresap selalu dalam tingkahKu.
Aku telah lalai dalam hidup
Aku telah melanggar perintah dalam AjaranKu
Hingga Adzab kini menghadangKu
Hingga Benda yang dulu jadi milikKu
Kini lenyap Sudah tanpa ampun.
Akupun terpuruk diam membisu di sudut bangunan yang rapuh
Selang beberapa menit berlalu
Tersentaklah Aku akan kedatangan Kakek kumuh dengan baju lusuh
Beliau hanya ucapkan kata singkat tapi sungguh sangat menyentuh
“Jangan putus asa Nak, Tuhan masih MenyayangiMu”
Setelah itu pergi dalam arah yang tak tentu
Ku renungi kata-kata Pak Tua itu
Ternyata memang benar apa yang di katakannya padaku
Semua yang menimpaKu bukanlah AdzabMu
Tapi bukti bahwa Engkau masih menyayangiKu
Walau Ku telah lama tak menyembahMu.

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts